Senin, 14 November 2016

Tata Cara Memandikan Jenazah Terlengkap

Assalamu'alaikum, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara memandikan jenazah yang baik dan benar. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Maka sebagai umat muslim kita harus selalu menjaga kesucian, baik itu ketika hidup dan ketika meninggal.

Oleh karena itu, dalam memandikan jenazah ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Untuk lebih detailnya lagi silahkan baca artikel ini sampai selesai. Berikut penjelasan lengkapnya :

Tata Cara Memandikan Jenazah


Tata Cara Cara Memandikan Jenazah


Dalam memandikan jenazah ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Sebagai umat muslim hendaklah hendaklah selalu dalam keadaan suci. Baik itu ketika hidup maupun ketika kita sudah mati kelak.

Berikut ini adalah tata cara memandikan jenazah dengan lengkap :

Peralatan Memandikan Jenazah :

  • Air
  • Kapas
  • Shampoo
  • Kapur Barus
  • Daun Bidara
  • Minyak Wangi
  • Pengusir Bau Busuk
  • Sebuah Spon 
  • Penutup Aurat Jenazah
  • Dua Sarung Tangan
  • Alat Penggerus
  • Masker
  • Gunting

Menutup Aurat Jenazah

Sebaiknya ketika jenazah dimandikan, auratnya tertutup dan melepas pakaiannya serta menutupinya dengan agar tidak terlihat oleh orang lain. Karena untuk menjaga bagian tubuh jenazah yang tidak boleh dilihat.

Memandikan Jenazah

Pertama kali yang harus dilakukan adalah melunakkan persendian jasad jenazah terlebih dahulu. Apabila kuku jenazah panjang, hendaklah dipotong terlebih dahulu. Begitu juga dengan rambut ketiaknya di potong hingga bersih. 

Kalau rambut di daerah kemaluan sebaiknya jangan mendekatinya. Karena merupakan aurat besar. Setelah itu kepala jenazah diangkat sampai setengah duduk dan jangan lupa untuk mengurut perutnya dengan perlahan hingga kotoran yang terdapat dalam jenazah bisa keluar.

Petugas yang memandikan jenazah hendaknya menggunakan sarung tangan maupun kain untuk membersihkan qubul dan dhuburnya tanpa harus melihat maupun menyentuh auratnya.

Mewudhukan Jenazah

Setelah jenazah dimandikan, kemudian petugas harus mewudhui jenazah sebagaimana wudhu ketika hendak sholat. Dalah mewudhui jenazah tidak perlu memasukkan air ke dalam hidung dan mulut jenazah.

Akan tetapi petugas cukup membasahi jari yang dibungkus oleh kain, kemudian membersihkan bibir jenazah dan menggosong gigi dan kedua lubang hidungnya sampai bersih.

Selanjutnya disarankan untuk menyela jenggot dan mencuci rambut jenazah dengan menggunakan busa perasan daun bidara atau dengan menggunakan perasan air sabun. Kemudian sisa perasan daun bidara tersebut dapat digunakan untuk membasuh seluruh tubuh jenazah.

Membasuh jenazah disunnahkan untuk mendahulukan terlebih dahulu anggota badan sebelah kanan. Pertama membasuh tekuknya yang sebelah kanan, kemudian basuh bahu dan tangan kanannya. Kemudia betis, paha, dan telapak kaki kanan jenazah.

Peringatan dalam Memandikan Jenazah


  • Apabila jenazah sudah dimandikan sampai tujuh kali, akan tetapi masih keluar kotoran tinja dan sebagainya, maka hendaklah dibersihkan dengan menggunaka air dan menutupnya dengan kapas. akan tetapi jika keluarnya setelah dikafani, maka dibiarkan saja, karena hal tersebut akan merepotkan. 
  • Apabila ada orang yang meninggal dalam keadaan mengenakan kain ihram saat haji, maka cara pemandiannya sama seperti yang telah dijelaskan diatas dan ditambah dengan siraman dari perasan daun bidara. Akan tetapi yang membedakan adalah tidak perlu dikasih pewangi dan tidak perlu ditutupi kepalanya. Hal ini sesuai sabda Nabi tentang jenazah yang menunaikan haji. 
  • Orang meninggal karena peperangan membela agama atau syahid, maka jasadnya tidak perlu dimandikan dan disholatkan, hendakklah di kubur bersama pakaian yang dikenakannya. 
  • Janin yang gugur berusia empat bulan, maka wajib di urus sebagaimana mestinya orang dewasa meninggal dan di beri nama. 
  • Apabila ada halangan dalam memandikan jenazah, misalnya karena tidak ada air atau jenazahnya dalam keadaan tidak utuh, maka cukup ditayamumkan. Cara mentayamumkannya yaitu petugas menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkannya ke bagian wajah dan punggung jenazah. 
  • Hendaknya petugas yang memandikan atau yang mengurus jenazah menutupi semua aib yang ada pada jenazah, baik dari segi fisik maupun kejadian-kejadian yang lain.


Itulah penjelasan singkat mengenai tata cara memandikan jenazah. Semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu tentang memandikan jenazah. 







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar